“Hargai alam ini, karna alam akan menghargai Anda dan tanpa disadari alamlah yang membentuk Anda.”
- Aron -
November 11, 2008 at 2:00 am (Kata Bijak Hari ini)
“Hargai alam ini, karna alam akan menghargai Anda dan tanpa disadari alamlah yang membentuk Anda.”
- Aron -
November 11, 2008 at 1:54 am (Motivation)
Relevansi Kepahlawanan
= Kepahlawanan pada masa lalu banyak dikaitkan dengan pengorbanan, kehilangan harta, bahkan seringkali nyawa.. Mereka yang dahulu rela mati demi keyakinan akan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa adalah PAHLAWAN.
= Masa berganti, keadaan juga berubah, Ketika “pertempuran” tidak lagi berlangsung di medan perang dan perjuangan tidak lagi berupa upaya politik menegakkan kedaulatan bangsa, tidak berarti “perang” ataupun perjuangan sudah selesai.
= “Perang” menghadapi kemiskinan, ketidakadilan, dan sikap diskriminatif terhadap mereka yang lemah masih berlangsung.
Selanjutnya:
= Kerelaan berkorban, terutama dari Tokoh, Pemimpin, dan Panutan, demi tercapainya kesejahteraan rakyat yang lebih luas menjadi “terjemahan” baru dari Kepahlawanan.
Namun fakta yang ada:
= ……., kini jiwa kepahlawanan dalam diri orang Indonesia makin pudar, bahkan hilang sama sekali.
Salah satu nilai penting yang disorot adalah hilangnya kerelaan berkorban diri sendiri untuk kepentingan luhur masyarakat yang lebih besar.
= …….., tokoh masyarakat yang seharusnya menjadi panutan kini juga lebih banyak mendahulukan kepentingan dirinya sendiri daripada khalayak luas.
= ………, tak ada pemimpin yang dinilai berani mengorbankan kepentingan atau jabatannya demi keutuhan bangsa saat ini.
= ………, terungkap pula penokohan masyarakat terhadap tokoh tokoh reformasi sebagai “pahlawan” yang dianggap bakal membawa suatu kebaruan dan kesejahteraan Indonesia.
Masyarakat punya definisi tentang Pahlawan:
= ………., mereka yang bergelut meningkatkan kualitas manusia lewat pendidikan, dengan imbalan yang acap kali tak sepadan, menjadi sosok pahlawan idola publik.
= ……….., semangat mengakui kekalahan dengan dewasa malah bisa jadi bernilai pahlawan.
= ……….., profesi pengajar, baik guru maupun dosen, mengandung nilai kepahlawanan yang tinggi, jauh diatas militer/polisi, dokter, dan pekerja social.
= ………… Berbelitnya persoalan kemiskinan dan korupsi di negeri ini tampaknya juga membuat publik mendambakan “pahlawan kemiskinan” dan “pahlawan ekonomi” ketimbang pahlawan pahlawan lainnya.
Harapan dan dambaan Masyarakat:
= …………, mereka tetap berharap akan hadir pahlawan yang dapat mewujudkan keadilan dan kesejahteraan tersebut.
= …………, sebetulnya Indonesia masih memiliki tokoh yang dapat menyelamatkan negeri ini apabila terjadi krisis, baik perpecahan, SARA, maupun perebutan kekuasaan politik.
November 11, 2008 at 1:51 am (Motivation)
November 11, 2008 at 1:45 am (Motivation)
Janganlah rasa khawatir kita terlalu besar sehingga menghambat kita untuk maju.
Selalu bersikap dan memberikan yang terbaiklah yang harus kita lakukan untuk mengemban tugas & tanggungjawab kita. Belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu, menjadikan hari ini lebih baik dan hari esok lebih menjanjikan. …
November 11, 2008 at 1:44 am (Curhat)
Saya sering mengalami kekhawatiran karena saya sering teringat
dengan masa lalu yang kurang membahagiakan. …… tapi setelah saya sering mendengar nasehat pak Mario……. mungkin saya terlalu melihat pada satu pintu kebahagiaan sehingga menutup mata pada pintu-pintu kebahagiaan yang lain yang masih terbuka.
Saya kemudian menelaah ke belakang mengapa tindakan saya yang
positif tidak memberikan hasil yang positif seperti rencana saya…. ternyata banyak dalam diri saya yang kurang. kurang sabar, kurang yakin, kurang fokus……. sehingga ibarat seorang pemanah….. saya terburu-buru sehingga saya kurang fokus pada target panahan saya.
Kekurangan-Kekurang an itu sedikit demi sedikit saya ubah…….. saya mulai menata diri, jika dulu saya merasa kecewa dengan pekerjaan saya yang tidak sesuai dengan jenjang pendidikan saya, saya mulai ubah sudut pandang saya…….. .
saya berkata pada diri saya setiap hendak kerja…. saya akan
berangkat ke kantor untuk belajar….. … kalau dulu saya belajar
harus membayar SPP, sekarang saya belajar tapi dibayar….. . jadi
gunakan waktu kerja untuk menemukan hal baru dan tantangan… ……
Alhamdulillah. …….
saya tidak lagi mudah jenuh, saya tidak lagi melarikan kekecewaan kerja saya
dengan nge-game tapi lebih banyak belajar hal-hal baru…..
Setiap hari saya mencatat hal-hal baru yang telah saya peroleh di kantor…..
akhirnya saya menemukan sebuah kesimpulan.. ……. Tuhan sedang
memantaskan saya agar suatu saat saya memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan
pendidikan saya.
Saya tersenyum… ……… . Tuhan telah memantaskan saya dengan pekerjaan
saya saat ini, yaitu pekerjaan yang pantas bagi seorang fenty yang
masih harus banyak belajar….. …..
Dan sekarang saya bisa mengatakan bahwa……. … Takdir Tuhan Itu
Indah……. ..
Yang menurut kita baik, belum tentu baik di hadapan Tuhan
Tapi yang diberikan Tuhan pada kita, sudah pasti yang terbaik.
November 11, 2008 at 1:41 am (Motivation)
November 11, 2008 at 1:34 am (Motivation)
Tidak setiap masalah terselesaikan sesuai harapan.Mungkin keinginan kita…,tidak memiliki masalah.Tapi kita ini manusia hidup …yang memiliki keinginan dan harapan. Dan ketika kenyataan berbeda dengan harapan, maka masalah pun datang. Kita pun dapat menyikapi setiap masalah dengan sikap terbaik kita.
Karakter seseorang dapat terlihat pada reaksi pertama pada saat suatu masalah hadir, bisa emosi, marah, dan sebagainya tergantung dari wawasan ilmu dalam menyikapi solusi masalah tersebut.
Setiap hari kita sering dihadapkan pada berbagai persoalan.Persoalan tidak boleh membuat kita lari untuk menghindari. Namun, jadikanlah setiap persoalan yang datang tersebut …menjadi sarana pembelajaran diri agar menjadi lebih dewasa dan matang dalam menyikapi ujian yang hadir dalam kehidupan.
Tidak akan pernah ada orang yang matang secara tiba – tiba …karena ia lahir dari sebuah proses pembelajaran yang berkelanjutan …dan percayalah.. .
Bahwa persoalan – persoalan yang sedang kita hadapi saat ini.Sesungguhnya sedang melatih kedewasaan kita.
Kedewasaan tidak selalu proporsional dengan usia.Tapi proporsional dengan seberapa lama ia diuji dalam kehidupan. Secara otomatis ia akan meningkatkan daya tahan tubuh dan pikiran …terhadap berbagai persoalan yang siap menghadang.Dan kita tidak boleh tunduk patuh pada persoalan. Apalagi menyerah pasrah tanpa daya dan upaya.Kalau itu yang ditempuh…Hakekatn ya kita telah terjebak di jembatan keputusasaan.
Tetaplah tegar…
Tataplah sinar mentari yang masih menyinari bumi.Dari seribu persoalan yang datang…
Sinarnya memberi kehangatan penuh harapan Dan dekatilah Dia Yang serba Maha…
…yang telah menjadikan kita beserta semesta alam Dia Maha Kasih…
Dia selalu bersama kita…
Dia tak pernah menjauhi kita
…kecuali sikap kita sendiri yang mencoba menjauhi kasih-Nya
I am + GOD = Enough
November 11, 2008 at 1:31 am (Curhat)
“Anda tidak akan bisa sepenuhnya merancang masa depan dengan menggunakan pengetahuan tentang masa lalu.”
Mendiang nenekku, yang punya kebiasaan mengumpulkan kenang-kenangan berupa gantungan kunci dari setiap negara yang beliau kunjungi. Semua gantungan kunci itu tergantung di satu sisi dinding rumah kami, dan setiap kali beliau memandang gantungan kunci tersebut, beliau pasti bercerita tentang semua kenangannya sewaktu mengunjungi suatu negara.
Setiap kita, pasti memiliki KENANGAN akan orang lain.
Seperti saat saya memikirkan sahabat lama, saya jadi teringat akan kejadian indah yang kami alami dulu. Orangnya boleh sudah tidak bersama lagi, tapi kenangan akan tetap kita bawa bersama dalam hidup kita.
Perenunganku, membawa pada suatu pemahaman baru, yakni kenangan tersebut, bisa berupa kenangan POSITIF, maupun kenangan NEGATIF. Ya, flashback kehidupanku, memastikan hal itu.
KENANGAN POSITIF meringankan langkah, KENANGAN NEGATIF memberatkan langkah.
Jika diandaikan kenangan itu sebagai benda, serasa kita melangkah membawa benda-benda tersebut dalam kehidupan kita.
Kenangan positif diandaikan balon yang berisi nitrogen, kita membawanya, tapi langkah-langkah kita malah semakin ringan.
Dan yang aku tahu sekarang,adalah bahwa aku harus melepas batu yang membebaniku. Aku harus mengobati lukaku. Aku tidak boleh hanya menambalnya. Ego dan harga diriku melawan keras dari dalam hatiku.
“Hanya dengan meninggalkan keburukan, kita sampai kepada kebaikan”
Aku mau melangkah…
Aku mau melepas batu-batu yang selama ini aku bawa
Aku mau melepas beban-beban yang menghambatku mencapai keberhasilanku.
Aku mau memaafkan tiap pribadi yang pernah menyakiti hatiku.
Maka mulailah dari tempat dimana Anda berada,
dan mulailah sekarang
Anda sampai, hanya karena Anda berangkat
November 10, 2008 at 2:00 am (Kata Bijak Hari ini)
Meskipun kita tidak dapat kembali dengan melakukan lagi dengan lebih baik – sebuah awal yang salah dimasa lalu, kita dapat memulai lagi untuk mencapai akhir yang lebih baik dimasa depan
Melakukan sesuatu yang kita ketahui sebagai hal yang tepat untuk dilakukan membutuhkan kekuatan yang tidak dimiliki oleh sembarang pribadi.
November 10, 2008 at 1:58 am (Curhat)
Anak-anak tanpa pahlawan – sedikit sekali yang akan tumbuhmenjadi pribadi-pribadi dewasa yang bangga dan membanggakan.
Mereka membutuhkan seorang dewasa yang bisa mereka kagumi.
Mereka membutuhkan seorang kuat, yang bersamanya – mereka merasa terlindungi.
Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa
yang akan menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri.
Mereka membutuhkan seorang teladan.
Perkenankanlah saya untuk mengaplikasikannya dalam keluarga dengan kisah dibawah ini.
Saya menjanjikan kepada kedua anak saya James (9 tahun) dan Jonathan (8 tahun) nonton Film Laskar Pelangi bila raport Mid Semester nilainya bagus Nilai James bagus sedangkan Jonathan mendapat 2 angka merah. Jadi sesuai dengan janji saya hanya mengajak James untuk nonton hari Sabtu , 25 Oktober 2008. Setibanya di bioskop ternyata ticket sudah habis terjual. dan kami terpaksa pulang. Esok harinya kami kembali dan ternyata kamipun kehabisan ticket.
Sampai disini saya berpikir mengapa saya bersusah payah untuk memenuhi janji kepada anak saya. Alangkah mudahnya bagi seorang ayah untuk membatalkan janji kepada anaknya dengan 1001 satu alasan
Anak saya membutuhkan figure seorang pahlawan yang dapat diteladani , salah satunya teladan dalam memenuhi janji.
Hari Sabtu berikutnya saya mengajaknya ke bioskop lain. Kami bersyukur memperoleh ticket walaupun harus antri 3 jam sebelum pertunjukan.
Kiranya anak-anak kita dapat menemukan figure pahlawan yang dapat diteladani dalam pribadi kita para orang tua .