MENGAPAKAH ADA ORANG BAIK YANG HIDUPNYA BELUM BAIK?

Mengapakah ada orang baik yang hidupnya belum baik? Seseorang disebut baik karena dia meyakini yang baik dan hidup dalam kebaikan yang diyakininya. Sehingga, seseorang tidak bisa disebut sebagai orang baik, jika dia meyakini yang baik, tetapi melakukan yang tidak baik. Dia cepat menyatakan dirinya orang baik, tetapi juga cepat untuk berlaku tidak jujur saat merasa aman untuk tidak jujur. Kebaikan itu sederhana dan berani. Yang sederhana, seharusnya sederhana juga untuk dilaksanakan, dan kemudian berhasil. Tetapi ketidak-ikhlasan kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita lakukan – kepada Tuhan, dan ketidak-sediaan kita untuk melakukan yang terbaik dari yang bisa kita lakukan, menghasilkan kehidupan yang seharusnya sederhana menjadi kompleks dan penuh kegentingan. Kebaikan itu sederhana dan berani. Jika kita telah seutuhnya mengikhlaskan diri kepada kebaikan, maka kita akan sangat berani. Hukum kebaikan adalah melakukan yang baik dan menghindari yang buruk. Maka mengapakah ada orang yang masih ragu untuk berlaku baik, dan tidak berani menghindari yang buruk? Janganlah mengikuti orang yang salah pikir, yang mengira bahwa dia akan mendapat kebaikan dari menghindari kebaikan dan dari melakukan keburukan. Maka jangan sampai kita ditanya, “apakah engkau tidak berpikir?” Jika ada orang muda yang shalih, kita harus mensyukuri bahwa dia telah mengikhlaskan dirinya kepada kebaikan, karena banyak sekali orang yang masih bernegosiasi dan meminta penundaan agar mereka tidak harus berlaku baik sekarang. Banyak dari mereka merasa bahwa berlaku baik sekarang adalah kerugian, karena masa muda adalah masa untuk hidup dalam kebebasan, dan kebaikan hanya untuk orang yang sudah mulai menua. Lalu, apakah kebebasan yang mereka maksud adalah kebebasan untuk tidak menjadi orang baik? Dengan pengertian seperti itu, mereka akan bersikap dan berlaku santai, dan tidak membangun nilai pribadi yang akan menjadikan mereka pribadi yang dibayar mahal dan dihargai tinggi di masa depan. Mereka tidak menyadari bahwa yang tidak bekerja keras semasa muda, akan dipaksa bekerja keras di masa tua. Itu bukan hanya kemungkinan, tetapi keniscayaan yang sedang terbukti di sekitar kita. Nah, bagaimana jika orang yang kita sebut sebagai orang baik itu – yang hidupnya belum baik itu, adalah orang yang tadinya menelantarkan masa mudanya? Mungkin ini penjelasannya …, bahwa rasa frustrasi-nya hari ini adalah masa penyesuaian diri bagi mereka yang baru saja menjadi orang baik. Maka orang baik, yang hidupnya belum baik, adalah mungkin orang-orang yang sedang dengan penuh kasih diminta untuk mengutuhkan kebaikannya. Jika kita mengatakan yang baik, maka lakukanlah yang baik, dan hindarilah yang buruk. Jika kita orang baik, ikhlaskanlah diri kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita kerjakan – kepada Tuhan, dan mengambil tanggung jawab penuh atas yang bisa kita kerjakan. Janganlah berserah tetapi masih tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan yang sudah kita serahkan kepada Tuhan. Janganlah juga berani, tetapi mengandalkan kekuatan kepada yang selain Tuhan. Kita, orang-orang yang baik ini, adalah orang yang meyakini bahwa tidak akan ada yang terjadi, tanpa ijin dari Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya pemilik kekuatan. Sehingga, jika ada sesuatu terlaksana dengan kekuatan, itu pasti terlaksana karena ijin Tuhan. Maka marilah kita mengikhlaskan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan. Kerjakanlah apa yang harus Anda kerjakan dengan sebaik-baiknya niat dan dengan sebaik-baiknya cara. Yang kita lakukan bisa saja tidak tepat, kecil, atau tidak bernilai bagi orang lain; tetapi Tuhan sangat berwenang untuk menjadikan kita pribadi yang berhasil – melalui apa pun yang kita kerjakan. Hanya kebaikan yang membaikkan. Maka marilah kita meyakini yang baik, dan hidup dalam kebaikan yang kita yakini. Dan ketahuilah, bahwa anggukan kecil di hati itu, adalah tanda dari kesungguhan Anda, yang mengundang senyum Tuhan untuk merahmati kebaikan dalam keyakinan dan dalam pekerjaan Anda.

Alkisah si ibu bermata satu yang mempunyai seorang anak laki-laki.

Ketika anak laki-lakinya pergi sekolah SD, si ibu datang ke sekolah untuk melihat2 anaknya. Tapi apa yang terjadi, si anak laki-lakinya jadi malu karena diolok-olok oleh teman-teman, karena dia mempunya ibu bermata satu. Sesampai di rumah si ibu dimarahin oleh si anak. Sejak itu si ibu tidak dibolehkan ketemu orang-orang lain agar si anak tidak malu.

Setelah anaknya dewasa, si anak telah bekerja dan sukses, dan sudah berkeluarga dan mempunyai istri yang cantik dan anak2 yang lucu…. si ibu rindu ingin ketemu dengan anak dan cucunya. Sesampai di depan pintu rumah anak laki-lakinya, dia diusir oleh anaknya sendiri, seraya berkata: untuk apa kamu datang kesini orang tua bermata satu, kamu telah menakutkan anak-anakku, kata si anak. Akhirnya, si ibu pulang dengan bersedih hati. Dia akhirnya hanya melihat cucu2nya di depan pagar, lalu perlu.

Sekian lama waktu berlalu, si ibu akhirnya sakit dan sepertinya tidak akan lama lagi umurnya. Dia memberi tahukan berita ini kepada anak laki-lakinya itu, bahwasanya dia sedang sakit parah. Tapi, si anak laki2 tetap tidak mau ketemu ibunya. Ajalnya pun menjemputnya.

Selang beberapa waktu, si istri dari si anak laki2 bertanya ke suaminya: mengapa kamu tidak datang ke rumah ibumu?
Dia menjawab: saya sedang sibuk. Tapi akhirnya, dia dibujuk oleh istrinya, agar pergi ke rumah ibunya tersebut sekali saja karena ibunya sudah tiada.

Akhirnya si anak laki2 pergilah ke rumah almarhum ibunya, dia masuk ke rumah yang telah lama dia tinggalkannya, dan ada secarik kertas yang ditinggalkan oleh ibunya berisi: “anakku, aku sangat bahagia melihatmu dari kecil, sampai dewasa dan menjadi sukses sekarang ini. ketahuilah nak, bahwasanya kamu kecil hanya mempunyai mata satu, aku telah merelakan mata yang satu lagi diberikan kepadamu, agar kamu bisa hidup bahagia nantinya”.

Si anak akhirnya, menanggis sijadi-jadinya: oh..ibu….. ……..maafkan aku selama ini.

Pesona Kepahlawanan

Di tengah suasana perayaan hari pahlawan, aku sempat miris menyaksikan di salah satu stasiun televisi perjalanan hidup seorang pahlawan yang turut berjuang saat peristiwa bersejarah 10 November 1945. Ia yang dulunya begitu bersemangat dalam berjuang dan memberikan pengorbanan pada tanah air ini, kini hidup sebatang kara dengan berbagai kesulitan-kesulitan hidup. Seakan-akan pesona kepahlawanan telah memudar dari wajah kehidupannya.

Ku renungkan kisah itu. Ku tanyakan pada sahabat terbaik di jiwa ini, Apakah yang sudah ku lakukan agar pesona kepahlawanan tetap memancarkan keindahannya sampai akhir perjalanan hidup bahkan setelahnya ?

Jalan kepahlawanan adalah jalan menuju harapan.
Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan; tetapi keberhasilan kita – terutama – dinilai dari kualitas dari perjalanan kita.
Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita, maka kapan pun perjalan an itu berakhir – perjalanan kita akan berakhir dengan baik.
Maka pastikanlah pahlawan dalam diri Anda itu tumbuh dan berkembang mencapai kewibawaan yang cukup untuk membuat diri Anda menghormatinya, dan mengharuskan Anda patuh pada jalan-jalan kepahlawanan Anda sendiri.
Lamat-lamat jiwaku berkata, Wahai sahabat, Engkaulah pahlawan itu karena engkau menginginkannya. Engkaulah yang membutuhkan dan berkepentingan menjaga pesona kepahlawananmu !.

KARENA …

Seorang Hero adalah pribadi yang menjadikan dirinya dan cara-caranya sebagai penyebab kehidupan yang baik pada orang lain. Maka kehidupannya pastilah akan senantiasa menjadi berkat bagi sesamanya. Sebagai seorang ayah dia meneladankan kebaikan bagi anak-anaknya. Sebagai seorang ibu dia mengasihi anak-anaknya dan mengupayakan yang terbaik bagi masa depan mereka.

Wahai Yang Memuliakan, limpahkanlah pemahaman dalam diri kami, himpunkanlah kami bersama orang-orang yang shaleh, dan jadikanlah kami tutur kata yang baik bagi orang-orang sepeninggalan kami, hingga layak mendapatkan kemuliaan di sisi-Mu.

Bahagia……

“Tuhan Maha Mengetahui apa yang paling layak untuk kita jalani. Takdir kita saat ini adalah anugerahNya yang besar, karunia indah yang patut disyukuri. Bahkan, sepi dan kesendirian kita pun adalah nikmat yang memang dianugerahkan Tuhan pada kita, sehingga kita punya kesempatan untuk berfikir dan merenung merancang esok hari yang lebih baik.”

Pahlawan Diri Sendiri

Seorang Hero adalah pribadi yang menjadikan dirinya dan cara-caranya sebagai penyebab kehidupan yang baik pada orang lain. 

Tak dapat dipungkiri dan tanpa ragu bahwa nama-nama indah yang terpahat di sudut-sudut kota kita ini, sudah sepatutnya  mendapat gelar kepahlawanan, mereka sudah memantaskan diri dengan pergolakan heroic yang luar biasa dimasanya itu.  

Bagi genarasi sekarang yang tentu  kita tidak  sesederhana sekedar “perjuangan”. Pribadi-pribadi seperti mereka itu telah tertanam nilai-nilai luhur yang terjaga hingga “nama baiknya” tetap mengharum semerbak wangi walaupun jasad sudah terpisah dari raganya.  

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah lupa akan para pahlawan-pahlawanny a, ini penting tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita mampu mencetak pahlawan-pahlawan baru yang layak dan sesuai cocok dengan Zaman kekinian dan kedisinian. Bukankah demkian? 

Saya percaya bahwa diantar para sahabat Indonesia yang Super, Salah satu pribadi yang Tuhan telah  pilih menjadi pribadi yang baik,  Pribadi yang terpilih  itu akan menjadi  orang yang namanya tercatat dalam Sejarah , yang senantiasa menjunjung tinggi nilai luhur baik dan berbudi. 

Kira-kira Sejarah akan mengingat atau akan mencatat diri anda sebagai apa? 

Bila Hati anda bergetar atas pertanyaan diatas, maka Anda adalah salah satu Orang Besar itu . 

Sahabat Indonesia yang Super, Nilai kesejarahan kita yang menentukan kita sendiri, maka tercatatlah sebagai pribadi yang baik,  tempatkan diri ditempat yang dimuliakan  bukan sebaliknya.  

Jangan lihat diri ini hanya sebagai apa ADA-nya, tetapi
Pastikan kita melihat diri ini sebagaimana apa bisa JADI-nya

Masa depan Anda bergantung kepada penggunaan terbaik dari kemampuan Anda,

bukan pada kesalahan Anda di masa lalu atau pada keraguan Anda tentang masa depan.

Sahabat Indonesia ,  menjadikan Diri Kita Pahlawan Diri Sendiri, yang pada akhirnya akan bermuara pada penyebab kehidupan yang baik bagi orang lain,  yakni  penyangga Kesuksesan orang lain,  pengasah Kecemerlangan orang lain dan boleh jadi sumber Kesejahteraan orang lain.  

Bagi Seorang Ayah atau Ibu gunakanlah kwalitas terbaik membangun keluarga dan anak-anaknya, Karyawan atau pimpinan perusahaan dengan lingkungannya mulailah dengan mencontohkan nilai-nilai yang baik, mampu menyarankannya dan jika mampu gunakan kewenangan anda untuk mengharuskannya.

Relevansi Kepahlawan

Relevansi Kepahlawanan

= Kepahlawanan pada masa lalu banyak dikaitkan dengan pengorbanan, kehilangan harta, bahkan seringkali nyawa.. Mereka yang dahulu rela mati demi keyakinan akan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa adalah PAHLAWAN.

= Masa berganti, keadaan juga berubah, Ketika “pertempuran” tidak lagi berlangsung di medan perang dan perjuangan tidak lagi berupa upaya politik menegakkan kedaulatan bangsa, tidak berarti “perang” ataupun perjuangan sudah selesai.

= “Perang” menghadapi kemiskinan, ketidakadilan, dan sikap diskriminatif terhadap mereka yang lemah masih berlangsung.

Selanjutnya:

= Kerelaan berkorban, terutama dari Tokoh, Pemimpin, dan Panutan, demi tercapainya kesejahteraan rakyat yang lebih luas menjadi “terjemahan” baru dari Kepahlawanan.

Namun fakta yang ada:

= ……., kini jiwa kepahlawanan dalam diri orang Indonesia makin pudar, bahkan hilang sama sekali.

Salah satu nilai penting yang disorot adalah hilangnya kerelaan berkorban diri sendiri untuk kepentingan luhur masyarakat yang lebih besar.

= …….., tokoh masyarakat yang seharusnya menjadi panutan kini juga lebih banyak mendahulukan kepentingan dirinya sendiri daripada khalayak luas.

= ………, tak ada pemimpin yang dinilai berani mengorbankan kepentingan atau jabatannya demi keutuhan bangsa saat ini.

= ………, terungkap pula penokohan masyarakat terhadap tokoh tokoh reformasi sebagai “pahlawan” yang dianggap bakal membawa suatu kebaruan dan kesejahteraan Indonesia.

Masyarakat punya definisi tentang Pahlawan:

= ………., mereka yang bergelut meningkatkan kualitas manusia lewat pendidikan, dengan imbalan yang acap kali tak sepadan, menjadi sosok pahlawan idola publik.

= ……….., semangat mengakui kekalahan dengan dewasa malah bisa jadi bernilai pahlawan.

= ……….., profesi pengajar, baik guru maupun dosen, mengandung nilai kepahlawanan yang tinggi, jauh diatas militer/polisi, dokter, dan pekerja social.

= ………… Berbelitnya persoalan kemiskinan dan korupsi di negeri ini tampaknya juga membuat publik mendambakan “pahlawan kemiskinan” dan “pahlawan ekonomi” ketimbang pahlawan pahlawan lainnya.

Harapan dan dambaan Masyarakat:

= …………, mereka tetap berharap akan hadir pahlawan yang dapat mewujudkan keadilan dan kesejahteraan tersebut.

= …………, sebetulnya Indonesia masih memiliki tokoh yang dapat menyelamatkan negeri ini apabila terjadi krisis, baik perpecahan, SARA, maupun perebutan kekuasaan politik.

Sikap Kepemimpinan

Gempita sukaria diberbagai sudut ruang dan waktu bagi kemenangan Tuan Barack “Hero” Obama, untuk menjadi Presiden Amerika menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat dunia; ada yang gembira, ada yang kecewa dan tentunya ada pula yang terheran-heran dan bahkan takjub. Ya…. Tuan Barack Obama dielukan laksana pahlawan, pesona-nya sungguh memukau, bicara-nya jelas (dia tidak sekedar pidato), tutur bahasanya sangat effektif untuk mendapatkan persetujuan, lantang untuk menggerakkan dan mengundang banyak pribadi untuk membantu-nya dengan sukarela,  yang karena-nya kini dia telah dinobatkan oleh Alam untuk menjadi seorang pemimpin negeri adikuasa.
Tentang 3 (tiga) sikap kepahlawanan/ sikap kesatria dari seorang pemimpin :
Yang pertama : Wani tanpo aji (Berani maju walau tanpa senjata).
Seperti yang sering Obama katakan bahwa banyak pihak yang meragukan kehandalannya, Obama dianggap tidak memiliki bekal cukup untuk  maju menjadi kandidat presiden; tetapi dengan keteguhan hatinya dia pantang untuk menyerah dia dengan gigihnya menunjukkan rasa percaya dirinya, dia optimis, dia fokus pada kekuatannya dan bukan mengkhawatirkan kelemahannya, Obama telah membuktikan bahwa : Seorang optimis adalah pribadi yang berharapan baik mengenai apa yang akan dicapainya dimasa depan.
Yang kedua : Nglurug Tanpo Bolo (Menyerang Tanpa Pasukan)
Tuan Obama sangat sadar, dia berasal dari kelompok yang bukan mayoritas, dia berasal dari kelompok yang oleh sebagian masyarakat ditempatkan bukan pada kelompok kelas utama; tetapi dengan ketegaran jiwanya dia konsisten untuk menawarkan visi dan misi-nya, Slogan CHANGE yang diusungnya menjadi menjadi penegak langkahnya, bukan untuk mengalahkan rival politiknya melainkan untuk membuktikan keberaniannya – menunjukkan kesungguhannya – menunjukkan antusiasme-nya; dia (Tuan Obama) mengenal betul medan laga-nya -  karenanya kobaran antusiasme yang menyala menyemangati perjuangannya itu tidak Ia sia-siakan padam begitu saja. Antusiasme adalah tanda pertama tentang apa akan jadi-nya kita, Antusiasme mengindikasikan nilai seseorang, Antuasiasme adalah keyakinan yang bergembira dan Antusiasme adalah pengundang keajaiban, Antusiasme adalah kekuatan mental yang memastikan bahwa kita selalu berperan lebih besar dari semua masalah kita. Bahkan, Antusiasme dapat menjadikan kualitas perjalanan kita – sebagai sebuah keberhasilan tersendiri.
Yang ketiga : Menang tanpo ngasorake (Menang tanpa merendahkan)
Dan ketika pada kenyataan-nya Tuan Obama resmi dipilih oleh sebagian besar rakyat Amerika untuk menjadi pemimpinnya untuk masa empat tahun mendatang, meledaklah kegembiraan, media melaporkan kegembiraan merebak ke pelosok-pelosok tempat dan baru kali yang pertama kemenangan seorang kandidat presiden disambut dengan kegempitaan sedemikian rupa. Kemenangan Obama akan dicatat khusus oleh lembaran sejarah dunia.
Tuan Obama yang memang cerdas dalam bicara itu, kala menyampaikan sambutan kemenangan-nya dengan sikap kebesaran jiwa dan kepemimpinannya ia mengungkapkan ketidak sabarannya untuk segera bekerjasama dengan rival politik utamanya Tuan John McCain dalam mengentaskan negerinya dari bentangan krisis yang ada saat ini.
Obama tidak sakit hati, dia tidak menggunakan kemenangannya untuk merendahkan rival politik yang telah menyerangnya dengan berbagai cara, dia menunjukkan kebesaran hati seorang pemimpin, ia menunjukkan sikap mulia, tidak membusungkan dada dan lalu sombong. Ia menjadi pemenang dan sekaligus yang  mampu membesarkan orang lain, ia menang tanpo ngasorake, Obama seolah menerima pesan : Anda mengetahui kebesaran yang dianjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain (Anger Management)

Khawatir tidak dapat melayani lebih

Janganlah rasa khawatir kita terlalu besar sehingga menghambat kita untuk maju.
Selalu bersikap dan memberikan yang terbaiklah yang harus kita lakukan untuk mengemban tugas & tanggungjawab kita. Belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu, menjadikan hari ini lebih baik dan hari esok lebih menjanjikan. …

Tanggung jawab kita adalah menjadikan hari ini lebih baik dengan pelajaran yang kita unduh dari kesalahan-kesalahan kita di masa lalu, dan menjadikan hari esok lebih menjanjikan karena kelebihan-kelebihan yang kita capai hari ini.

HERO

  • Seorang Hero adalah pribadi yang menjadikan dirinya dan cara-caranya sebagai penyebab kehidupan yang baik pada orang lain. Maka kehidupannya pastilah akan senantiasa menjadi berkat bagi sesamanya. Sebagai seorang ayah dia meneladankan kebaikan bagi anak-anaknya. Sebagai seorang ibu dia mengasihi anak-anaknya dan mengupayakan yang terbaik bagi masa depan mereka.

  • Apakah untuk menjadi pahlawan harus orang yang berani ? Seorang yang takut yang mampu bertindak berani dalam rasa takutnya – dia akan mampu menjadi pahlawan. Orang yang disebut berani adalah orang yang melakukan yang meskipun. Meskipun kedudukannya rendah dia tetap mengupayakan yang terbaik dalam tugas yang diberikan kepadanya. Banyak orang yang menjadi kecil karena melakukan padahal. Akan ada keajaiban didalam tindakan baik yang kita lakukan ( There is magic in action )

  • Seorang pahlawan harus menampilkan bentuk keprimaan. Diantara para semut – ada semut yang luar biasa dan diantara para gajah ada gajah yang menyedihkan. Jadi Andalah yang akan menghebatkan apapun. Kepahlawanan adalah kemampuan lakukan apapun yang biasa dengan cara yang baiknya tidak biasa.

  • Dibutuhkan keberanian yang besar untuk berjuang sampai mati dan dibutuhkan keberanian yang lebih besar lagi untuk hidup sepenuhnya. Lebih baik hidup pendek cemerlang daripada hidup redup seumur hidup yang belum tentu panjang. Tidak ada hidup yang setengah-setengah – terlibatlah atau tidak sama sekali. Kehidupan sebagai seorang hero harus penuh dan berani.

  • Seorang pahlawan adalah penyemangat. Setiap orang bermimpi besar – yang menjadikannya kecil adalah pilihan tindakan-tindakan kecil. Yang akan menyemangati adalah impian saya untuk menjadi apa. Kita dapat menjadi pahlawan dengan tindakan- tindakan besar yang kita lakukan dengan bersemangat pada tiap-tiap hari.

  • Anjuran kepada kita adalah : Lihat orang sebagai wadah yang besar – berikan dukungan pada harapan-harapan baiknya , lalu perhatikan apa yang terjadi.

Sekolah Kehidupan

Tidak setiap masalah terselesaikan sesuai harapan.Mungkin keinginan kita…,tidak memiliki masalah.Tapi kita ini manusia hidup …yang memiliki keinginan dan harapan. Dan ketika kenyataan berbeda dengan harapan, maka masalah pun datang. Kita pun dapat menyikapi setiap masalah dengan sikap terbaik kita.

Karakter seseorang dapat terlihat pada reaksi pertama pada saat suatu masalah hadir, bisa emosi, marah, dan sebagainya tergantung dari wawasan ilmu dalam menyikapi solusi masalah tersebut.

Setiap hari kita sering dihadapkan pada berbagai persoalan.Persoalan tidak boleh membuat kita lari untuk menghindari. Namun, jadikanlah setiap persoalan yang datang tersebut …menjadi sarana pembelajaran diri agar menjadi lebih dewasa dan matang dalam menyikapi ujian yang hadir dalam kehidupan.

Kesabaran yang terukur
Hal-hal yang baik datang kepada yang menunggu
Tetapi tidak kepada yang menunggu terlalu lama
Tidak ada tindakan yang tidak menghasilkan sesuatu

Tidak akan pernah ada orang yang matang secara tiba – tiba …karena ia lahir dari sebuah proses pembelajaran yang berkelanjutan …dan percayalah.. .
Bahwa persoalan – persoalan yang sedang kita hadapi saat ini.Sesungguhnya sedang melatih kedewasaan kita.

Kedewasaan tidak selalu proporsional dengan usia.Tapi proporsional dengan seberapa lama ia diuji dalam kehidupan. Secara otomatis ia akan meningkatkan daya tahan tubuh dan pikiran …terhadap berbagai persoalan yang siap menghadang.Dan kita tidak boleh tunduk patuh pada persoalan. Apalagi menyerah pasrah tanpa daya dan upaya.Kalau itu yang ditempuh…Hakekatn ya kita telah terjebak di jembatan keputusasaan.

Segala sesuatu membutuhkan kesabaran
Kesabaran adalah seni dari mereka yang dewasa

Tetaplah tegar…
Tataplah sinar mentari yang masih menyinari bumi.Dari seribu persoalan yang datang…
Sinarnya memberi kehangatan penuh harapan Dan dekatilah Dia Yang serba Maha…
…yang telah menjadikan kita beserta semesta alam Dia Maha Kasih…
Dia selalu bersama kita…
Dia tak pernah menjauhi kita
…kecuali sikap kita sendiri yang mencoba menjauhi kasih-Nya

I am + GOD = Enough

« Older entries