Seorang Hero tidak segan untuk meminta maaf

Anak-anak tanpa pahlawan – sedikit sekali yang akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dewasa yang bangga dan membanggakan.

Mereka membutuhkan seorang dewasa yang bisa mereka kagumi.
Mereka membutuhkan seorang kuat, yang bersamanya – mereka merasa terlindungi.

Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa
yang akan menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri.
Mereka membutuhkan seorang teladan.


Saat ini kita para orang tua sedang mempersiapkan generasi anak-anak kita agar kelak menjadi Pahlawan. Untuk itulah mereka memerlukan figure Pahlawan yang dapat diteladani . Salah satu yang mereka butuhkan adalah seorang teladan yang tidak segan untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukanya. 

Sejak anak-anak masih kecil saya  memberi teladan untuk meminta maaf atas kesalahan yang saya lakukan kepada mereka . Rupanya teladan yang selama ini saya tabur tidaklah sia-sia.  

Beberapa hari yang lalu anak saya James (9 tahun) mencoba install program game ke dalam komputer di rumah. Karena  masalah teknis maka terjadi error dan James menekan tombol Delete berkali-kali. Akibatnya sangat fatal , system komputer macet total dan tidak keluar  gambar sama sekali pada monitor. Saya sangat kecewa atas kejadian ini dan  terpancing untuk memarahi bahkan merendahkan James. Bersyukur saya diingatkan untuk berhati-hati dalam berkata-kata. Saat itu dengan lirih James berujar: ”Sorry ya pa…..” 

Dewasa ini sudah jarang kita mendengar ucapan maaf terlebih lagi dari seorang anak yang baru berusia 9 tahun. Bangsa kita memerlukan banyak pemimpin yang dengan jiwa besarnya tidak segan untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukannya. 

Kiranya kita para orang tua tidak lelah memberi teladan kepada kepada pahlawan cilik kita yang satu kali kelak menjadi Pahlawan. Dan predikat Pahlawan Sejati pun berhak disandang bagi para ”Hero Maker”

Post a Comment