Pesona Kepahlawanan

Di tengah suasana perayaan hari pahlawan, aku sempat miris menyaksikan di salah satu stasiun televisi perjalanan hidup seorang pahlawan yang turut berjuang saat peristiwa bersejarah 10 November 1945. Ia yang dulunya begitu bersemangat dalam berjuang dan memberikan pengorbanan pada tanah air ini, kini hidup sebatang kara dengan berbagai kesulitan-kesulitan hidup. Seakan-akan pesona kepahlawanan telah memudar dari wajah kehidupannya.

Ku renungkan kisah itu. Ku tanyakan pada sahabat terbaik di jiwa ini, Apakah yang sudah ku lakukan agar pesona kepahlawanan tetap memancarkan keindahannya sampai akhir perjalanan hidup bahkan setelahnya ?

Jalan kepahlawanan adalah jalan menuju harapan.
Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan; tetapi keberhasilan kita – terutama – dinilai dari kualitas dari perjalanan kita.
Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita, maka kapan pun perjalan an itu berakhir – perjalanan kita akan berakhir dengan baik.
Maka pastikanlah pahlawan dalam diri Anda itu tumbuh dan berkembang mencapai kewibawaan yang cukup untuk membuat diri Anda menghormatinya, dan mengharuskan Anda patuh pada jalan-jalan kepahlawanan Anda sendiri.
Lamat-lamat jiwaku berkata, Wahai sahabat, Engkaulah pahlawan itu karena engkau menginginkannya. Engkaulah yang membutuhkan dan berkepentingan menjaga pesona kepahlawananmu !.

KARENA …

Seorang Hero adalah pribadi yang menjadikan dirinya dan cara-caranya sebagai penyebab kehidupan yang baik pada orang lain. Maka kehidupannya pastilah akan senantiasa menjadi berkat bagi sesamanya. Sebagai seorang ayah dia meneladankan kebaikan bagi anak-anaknya. Sebagai seorang ibu dia mengasihi anak-anaknya dan mengupayakan yang terbaik bagi masa depan mereka.

Wahai Yang Memuliakan, limpahkanlah pemahaman dalam diri kami, himpunkanlah kami bersama orang-orang yang shaleh, dan jadikanlah kami tutur kata yang baik bagi orang-orang sepeninggalan kami, hingga layak mendapatkan kemuliaan di sisi-Mu.

Post a Comment