Sikap Kepemimpinan

Gempita sukaria diberbagai sudut ruang dan waktu bagi kemenangan Tuan Barack “Hero” Obama, untuk menjadi Presiden Amerika menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat dunia; ada yang gembira, ada yang kecewa dan tentunya ada pula yang terheran-heran dan bahkan takjub. Ya…. Tuan Barack Obama dielukan laksana pahlawan, pesona-nya sungguh memukau, bicara-nya jelas (dia tidak sekedar pidato), tutur bahasanya sangat effektif untuk mendapatkan persetujuan, lantang untuk menggerakkan dan mengundang banyak pribadi untuk membantu-nya dengan sukarela,  yang karena-nya kini dia telah dinobatkan oleh Alam untuk menjadi seorang pemimpin negeri adikuasa.
Tentang 3 (tiga) sikap kepahlawanan/ sikap kesatria dari seorang pemimpin :
Yang pertama : Wani tanpo aji (Berani maju walau tanpa senjata).
Seperti yang sering Obama katakan bahwa banyak pihak yang meragukan kehandalannya, Obama dianggap tidak memiliki bekal cukup untuk  maju menjadi kandidat presiden; tetapi dengan keteguhan hatinya dia pantang untuk menyerah dia dengan gigihnya menunjukkan rasa percaya dirinya, dia optimis, dia fokus pada kekuatannya dan bukan mengkhawatirkan kelemahannya, Obama telah membuktikan bahwa : Seorang optimis adalah pribadi yang berharapan baik mengenai apa yang akan dicapainya dimasa depan.
Yang kedua : Nglurug Tanpo Bolo (Menyerang Tanpa Pasukan)
Tuan Obama sangat sadar, dia berasal dari kelompok yang bukan mayoritas, dia berasal dari kelompok yang oleh sebagian masyarakat ditempatkan bukan pada kelompok kelas utama; tetapi dengan ketegaran jiwanya dia konsisten untuk menawarkan visi dan misi-nya, Slogan CHANGE yang diusungnya menjadi menjadi penegak langkahnya, bukan untuk mengalahkan rival politiknya melainkan untuk membuktikan keberaniannya – menunjukkan kesungguhannya – menunjukkan antusiasme-nya; dia (Tuan Obama) mengenal betul medan laga-nya -  karenanya kobaran antusiasme yang menyala menyemangati perjuangannya itu tidak Ia sia-siakan padam begitu saja. Antusiasme adalah tanda pertama tentang apa akan jadi-nya kita, Antusiasme mengindikasikan nilai seseorang, Antuasiasme adalah keyakinan yang bergembira dan Antusiasme adalah pengundang keajaiban, Antusiasme adalah kekuatan mental yang memastikan bahwa kita selalu berperan lebih besar dari semua masalah kita. Bahkan, Antusiasme dapat menjadikan kualitas perjalanan kita – sebagai sebuah keberhasilan tersendiri.
Yang ketiga : Menang tanpo ngasorake (Menang tanpa merendahkan)
Dan ketika pada kenyataan-nya Tuan Obama resmi dipilih oleh sebagian besar rakyat Amerika untuk menjadi pemimpinnya untuk masa empat tahun mendatang, meledaklah kegembiraan, media melaporkan kegembiraan merebak ke pelosok-pelosok tempat dan baru kali yang pertama kemenangan seorang kandidat presiden disambut dengan kegempitaan sedemikian rupa. Kemenangan Obama akan dicatat khusus oleh lembaran sejarah dunia.
Tuan Obama yang memang cerdas dalam bicara itu, kala menyampaikan sambutan kemenangan-nya dengan sikap kebesaran jiwa dan kepemimpinannya ia mengungkapkan ketidak sabarannya untuk segera bekerjasama dengan rival politik utamanya Tuan John McCain dalam mengentaskan negerinya dari bentangan krisis yang ada saat ini.
Obama tidak sakit hati, dia tidak menggunakan kemenangannya untuk merendahkan rival politik yang telah menyerangnya dengan berbagai cara, dia menunjukkan kebesaran hati seorang pemimpin, ia menunjukkan sikap mulia, tidak membusungkan dada dan lalu sombong. Ia menjadi pemenang dan sekaligus yang  mampu membesarkan orang lain, ia menang tanpo ngasorake, Obama seolah menerima pesan : Anda mengetahui kebesaran yang dianjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain (Anger Management)

Post a Comment