Orangtua saya senang sekali dengan pohon cemara. Karenanya di rumah kami banyak pohon cemara.
Awalnya, pohon cemara kipas di rumah kami menempati pot batu yang ada di teras atas rumah. Pohon cemara ini bertumbuh dan mungkin telah merasa nyaman dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Namun suatu hari orangtua saya memutuskan untuk memindahkan pohon cemara ini karena ingin menggantinya dengan tanaman bunga.
Setelah beberapa lama, pohon-pohon cemara ini justru semakin subur dan semakin tinggi dan terus bertumbuh hingga menjadi jauh lebih besar daripada ketika ia berada di pot batu teras atas.
Saya mencoba membagikan hasil pengamatan saya ini dengan beberapa teman, begini…
Pohon cemara itu ibarat manusia. Sedangkan teras atas maupun pinggir selokan adalah tempat kita hidup atau bekerja.
Perubahan pasti selalu terjadi dalam hidup ini. Terkadang grafiknya ke atas, disaat yang lain grafiknya menurun.
Bagi kita yang baru saja mengalami pemutusan hubungan kerja,
dipindahkan ke posisi yang lebih rendah, dan lain sebagainya, adalah wajar bila kemudian timbul perasaan sedih, marah, kecewa, putus asa dalam hati kita.
Seperti halnya dengan pohon cemara yang dahulu ditempatkan di posisi yang
membuat orang yang melihatnya harus mendongakkan kepala mereka, kini malah ada di tempat yang mungkin dijauhi orang.
Namun apa yang terjadi?
Pohon cemara itu justru tumbuh subur, jauh lebih subur daripada ketika dia
berada di ‘atas’.
Hal ini menjadi semacam pengingat untuk saya untuk tidak merasa terlalu terpuruk ketika sedang mengalami kesusahan.
Satu hal selalu coba untuk saya yakini adalah : segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. Baik atau buruk, itu semua adalah atas seijinNya supaya kita bertumbuh.
Mungkin kita sekarang berada di tempat yang kurang baik dibanding tempat di mana dulu kita pernah berada.
Namun mungkin tujuannya adalah supaya kita lebih bisa ‘menyentuh’ kehidupan lebih banyak orang lagi, yang dulu mungkin tidak bisa terjangkau oleh kita.
Tetapi ada yang berpendapat lain, pohon cemara itu memang sudah seharusnya ‘berpijak’ di tanah. Karenanya ketika dia dipindahkan ke tanah, dia menemukan tempat yang ‘tepat’ untuk dia bertumbuh.
Kesimpulan saya adalah : berubah sesuai wadah.
“Jadikanlah diri Anda peka terhadap kemungkinan- kemungkinan yang bisa Anda sebabkan”