“Setiap untaian kata-kata yang sudah keluar dari mulut Anda, tidak akan pernah bisa ditarik kembali.”
- Aron -
November 12, 2008 at 3:21 am (Kata Bijak Hari ini)
“Setiap untaian kata-kata yang sudah keluar dari mulut Anda, tidak akan pernah bisa ditarik kembali.”
- Aron -
November 12, 2008 at 3:17 am (Motivation)
Ketika anak laki-lakinya pergi sekolah SD, si ibu datang ke sekolah untuk melihat2 anaknya. Tapi apa yang terjadi, si anak laki-lakinya jadi malu karena diolok-olok oleh teman-teman, karena dia mempunya ibu bermata satu. Sesampai di rumah si ibu dimarahin oleh si anak. Sejak itu si ibu tidak dibolehkan ketemu orang-orang lain agar si anak tidak malu.
Setelah anaknya dewasa, si anak telah bekerja dan sukses, dan sudah berkeluarga dan mempunyai istri yang cantik dan anak2 yang lucu…. si ibu rindu ingin ketemu dengan anak dan cucunya. Sesampai di depan pintu rumah anak laki-lakinya, dia diusir oleh anaknya sendiri, seraya berkata: untuk apa kamu datang kesini orang tua bermata satu, kamu telah menakutkan anak-anakku, kata si anak. Akhirnya, si ibu pulang dengan bersedih hati. Dia akhirnya hanya melihat cucu2nya di depan pagar, lalu perlu.
Sekian lama waktu berlalu, si ibu akhirnya sakit dan sepertinya tidak akan lama lagi umurnya. Dia memberi tahukan berita ini kepada anak laki-lakinya itu, bahwasanya dia sedang sakit parah. Tapi, si anak laki2 tetap tidak mau ketemu ibunya. Ajalnya pun menjemputnya.
Selang beberapa waktu, si istri dari si anak laki2 bertanya ke suaminya: mengapa kamu tidak datang ke rumah ibumu?
Dia menjawab: saya sedang sibuk. Tapi akhirnya, dia dibujuk oleh istrinya, agar pergi ke rumah ibunya tersebut sekali saja karena ibunya sudah tiada.
Akhirnya si anak laki2 pergilah ke rumah almarhum ibunya, dia masuk ke rumah yang telah lama dia tinggalkannya, dan ada secarik kertas yang ditinggalkan oleh ibunya berisi: “anakku, aku sangat bahagia melihatmu dari kecil, sampai dewasa dan menjadi sukses sekarang ini. ketahuilah nak, bahwasanya kamu kecil hanya mempunyai mata satu, aku telah merelakan mata yang satu lagi diberikan kepadamu, agar kamu bisa hidup bahagia nantinya”.
Si anak akhirnya, menanggis sijadi-jadinya: oh..ibu….. ……..maafkan aku selama ini.
November 12, 2008 at 3:17 am (Curhat)
Suami saya, dua minggu belakangan ini sedang merasa penat akan beban pekerjaannya, sampai kehilangan semangat kerja. Sebagai seorang istri, saya dapat merasakan beban pekerjaan suami.Tentu selain berdoa memohon kekuatan dari Yang Maha Kasih, maka hal yang dapat saya lakukan adalah memberi semangat kepada suami tercinta agar selalu ‘positive thinking’.
Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang sesuatu tapi mempunyai pikiran yang terbuka, akan memercayai kemungkinan apa pun. Mereka menyambut pembelajaran dengan ramah, lebih cepat, dan lebih bersemangat daripada mereka yang telah berpengalaman.
Keberuntungan lebih berpihak kepada yang kurang pandai tetapi banyak mencoba, daripada kepada mereka yang pandai tetapi tidak bertindak.
Saya berusaha menyakinkan suami bahwa dimana ada kemauan keras untuk belajar kita pasti mencapai keberhasilan. Tuhan telah berkenan memberikan jabatan yang dimiliki saat ini, pasti Tuhan akan membukakan jalan bagi semua masalah yang ada asalkan kita selalu menyertakan Tuhan dalam segala hal dan yang penting melihat bahwa keberhasilan yang Tuhan siapkan pasti lebih besar daripada masalah kita.
Jangan terlalu pusing, yang paling penting kita kerjakan apa yang menjadi bagian tugas kita dengan sungguh-sungguh dan benar.
“Just do our best and let God do the rest !”
Saya memotivasi suami bahwa dia pasti mampu mengatasi semua ujian yang dihadapi asalkan dia tetap kuat dan fokus pada pekerjaannya bukan pada kelemahannya.
Apapun yang terjadi kepada Anda, akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan Anda
bila Anda tidak mengijinkannya untuk melemahkan Anda.
Sebagai seorang istri maka suami saya adalah “Hero” saya, seperti di dalam film-film tidak ada seorangpun rela apabila jagoan/hero nya kalah, demikianpun saya. Hampir setiap pagi saya mengirim ’sms’ kepada suami untuk memberi semangat dan agar dia menikmati hidup ini dengan semangat.
Tadi pagi saya mengirimkan ’sms’ dan jawaban suami sungguh membahagiakan, Suami tercinta berkata : “Thanks for your support, I love you”.
Waduh hati saya sungguh berbunga-bunga karena pesan singkat ini.
November 12, 2008 at 3:09 am (Curhat)
Anak-anak tanpa pahlawan – sedikit sekali yang akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dewasa yang bangga dan membanggakan.
Mereka membutuhkan seorang dewasa yang bisa mereka kagumi.
Mereka membutuhkan seorang kuat, yang bersamanya – mereka merasa terlindungi.
Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa
yang akan menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri.
Mereka membutuhkan seorang teladan.
Saat ini kita para orang tua sedang mempersiapkan generasi anak-anak kita agar kelak menjadi Pahlawan. Untuk itulah mereka memerlukan figure Pahlawan yang dapat diteladani . Salah satu yang mereka butuhkan adalah seorang teladan yang tidak segan untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukanya.
Sejak anak-anak masih kecil saya memberi teladan untuk meminta maaf atas kesalahan yang saya lakukan kepada mereka . Rupanya teladan yang selama ini saya tabur tidaklah sia-sia.
Beberapa hari yang lalu anak saya James (9 tahun) mencoba install program game ke dalam komputer di rumah. Karena masalah teknis maka terjadi error dan James menekan tombol Delete berkali-kali. Akibatnya sangat fatal , system komputer macet total dan tidak keluar gambar sama sekali pada monitor. Saya sangat kecewa atas kejadian ini dan terpancing untuk memarahi bahkan merendahkan James. Bersyukur saya diingatkan untuk berhati-hati dalam berkata-kata. Saat itu dengan lirih James berujar: ”Sorry ya pa…..”
Dewasa ini sudah jarang kita mendengar ucapan maaf terlebih lagi dari seorang anak yang baru berusia 9 tahun. Bangsa kita memerlukan banyak pemimpin yang dengan jiwa besarnya tidak segan untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukannya.
Kiranya kita para orang tua tidak lelah memberi teladan kepada kepada pahlawan cilik kita yang satu kali kelak menjadi Pahlawan. Dan predikat Pahlawan Sejati pun berhak disandang bagi para ”Hero Maker”
November 12, 2008 at 3:07 am (Motivation)
Di tengah suasana perayaan hari pahlawan, aku sempat miris menyaksikan di salah satu stasiun televisi perjalanan hidup seorang pahlawan yang turut berjuang saat peristiwa bersejarah 10 November 1945. Ia yang dulunya begitu bersemangat dalam berjuang dan memberikan pengorbanan pada tanah air ini, kini hidup sebatang kara dengan berbagai kesulitan-kesulitan hidup. Seakan-akan pesona kepahlawanan telah memudar dari wajah kehidupannya.
Ku renungkan kisah itu. Ku tanyakan pada sahabat terbaik di jiwa ini, Apakah yang sudah ku lakukan agar pesona kepahlawanan tetap memancarkan keindahannya sampai akhir perjalanan hidup bahkan setelahnya ?
Jalan kepahlawanan adalah jalan menuju harapan.
Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan; tetapi keberhasilan kita – terutama – dinilai dari kualitas dari perjalanan kita.
Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita, maka kapan pun perjalan an itu berakhir – perjalanan kita akan berakhir dengan baik.
Maka pastikanlah pahlawan dalam diri Anda itu tumbuh dan berkembang mencapai kewibawaan yang cukup untuk membuat diri Anda menghormatinya, dan mengharuskan Anda patuh pada jalan-jalan kepahlawanan Anda sendiri.
Lamat-lamat jiwaku berkata, Wahai sahabat, Engkaulah pahlawan itu karena engkau menginginkannya. Engkaulah yang membutuhkan dan berkepentingan menjaga pesona kepahlawananmu !.
KARENA …
Seorang Hero adalah pribadi yang menjadikan dirinya dan cara-caranya sebagai penyebab kehidupan yang baik pada orang lain. Maka kehidupannya pastilah akan senantiasa menjadi berkat bagi sesamanya. Sebagai seorang ayah dia meneladankan kebaikan bagi anak-anaknya. Sebagai seorang ibu dia mengasihi anak-anaknya dan mengupayakan yang terbaik bagi masa depan mereka.
Wahai Yang Memuliakan, limpahkanlah pemahaman dalam diri kami, himpunkanlah kami bersama orang-orang yang shaleh, dan jadikanlah kami tutur kata yang baik bagi orang-orang sepeninggalan kami, hingga layak mendapatkan kemuliaan di sisi-Mu.
November 12, 2008 at 3:04 am (Motivation)
“Tuhan Maha Mengetahui apa yang paling layak untuk kita jalani. Takdir kita saat ini adalah anugerahNya yang besar, karunia indah yang patut disyukuri. Bahkan, sepi dan kesendirian kita pun adalah nikmat yang memang dianugerahkan Tuhan pada kita, sehingga kita punya kesempatan untuk berfikir dan merenung merancang esok hari yang lebih baik.”
November 12, 2008 at 3:03 am (Motivation)
Seorang Hero adalah pribadi yang menjadikan dirinya dan cara-caranya sebagai penyebab kehidupan yang baik pada orang lain.
Tak dapat dipungkiri dan tanpa ragu bahwa nama-nama indah yang terpahat di sudut-sudut kota kita ini, sudah sepatutnya mendapat gelar kepahlawanan, mereka sudah memantaskan diri dengan pergolakan heroic yang luar biasa dimasanya itu.
Bagi genarasi sekarang yang tentu kita tidak sesederhana sekedar “perjuangan”. Pribadi-pribadi seperti mereka itu telah tertanam nilai-nilai luhur yang terjaga hingga “nama baiknya” tetap mengharum semerbak wangi walaupun jasad sudah terpisah dari raganya.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah lupa akan para pahlawan-pahlawanny a, ini penting tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita mampu mencetak pahlawan-pahlawan baru yang layak dan sesuai cocok dengan Zaman kekinian dan kedisinian. Bukankah demkian?
Saya percaya bahwa diantar para sahabat Indonesia yang Super, Salah satu pribadi yang Tuhan telah pilih menjadi pribadi yang baik, Pribadi yang terpilih itu akan menjadi orang yang namanya tercatat dalam Sejarah , yang senantiasa menjunjung tinggi nilai luhur baik dan berbudi.
Kira-kira Sejarah akan mengingat atau akan mencatat diri anda sebagai apa?
Bila Hati anda bergetar atas pertanyaan diatas, maka Anda adalah salah satu Orang Besar itu .
Sahabat Indonesia yang Super, Nilai kesejarahan kita yang menentukan kita sendiri, maka tercatatlah sebagai pribadi yang baik, tempatkan diri ditempat yang dimuliakan bukan sebaliknya.
Jangan lihat diri ini hanya sebagai apa ADA-nya, tetapi
Pastikan kita melihat diri ini sebagaimana apa bisa JADI-nya
Masa depan Anda bergantung kepada penggunaan terbaik dari kemampuan Anda,
bukan pada kesalahan Anda di masa lalu atau pada keraguan Anda tentang masa depan.
Sahabat Indonesia , menjadikan Diri Kita Pahlawan Diri Sendiri, yang pada akhirnya akan bermuara pada penyebab kehidupan yang baik bagi orang lain, yakni penyangga Kesuksesan orang lain, pengasah Kecemerlangan orang lain dan boleh jadi sumber Kesejahteraan orang lain.
Bagi Seorang Ayah atau Ibu gunakanlah kwalitas terbaik membangun keluarga dan anak-anaknya, Karyawan atau pimpinan perusahaan dengan lingkungannya mulailah dengan mencontohkan nilai-nilai yang baik, mampu menyarankannya dan jika mampu gunakan kewenangan anda untuk mengharuskannya.
November 11, 2008 at 2:00 am (Kata Bijak Hari ini)
“Hargai alam ini, karna alam akan menghargai Anda dan tanpa disadari alamlah yang membentuk Anda.”
- Aron -
November 11, 2008 at 1:54 am (Motivation)
Relevansi Kepahlawanan
= Kepahlawanan pada masa lalu banyak dikaitkan dengan pengorbanan, kehilangan harta, bahkan seringkali nyawa.. Mereka yang dahulu rela mati demi keyakinan akan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa adalah PAHLAWAN.
= Masa berganti, keadaan juga berubah, Ketika “pertempuran” tidak lagi berlangsung di medan perang dan perjuangan tidak lagi berupa upaya politik menegakkan kedaulatan bangsa, tidak berarti “perang” ataupun perjuangan sudah selesai.
= “Perang” menghadapi kemiskinan, ketidakadilan, dan sikap diskriminatif terhadap mereka yang lemah masih berlangsung.
Selanjutnya:
= Kerelaan berkorban, terutama dari Tokoh, Pemimpin, dan Panutan, demi tercapainya kesejahteraan rakyat yang lebih luas menjadi “terjemahan” baru dari Kepahlawanan.
Namun fakta yang ada:
= ……., kini jiwa kepahlawanan dalam diri orang Indonesia makin pudar, bahkan hilang sama sekali.
Salah satu nilai penting yang disorot adalah hilangnya kerelaan berkorban diri sendiri untuk kepentingan luhur masyarakat yang lebih besar.
= …….., tokoh masyarakat yang seharusnya menjadi panutan kini juga lebih banyak mendahulukan kepentingan dirinya sendiri daripada khalayak luas.
= ………, tak ada pemimpin yang dinilai berani mengorbankan kepentingan atau jabatannya demi keutuhan bangsa saat ini.
= ………, terungkap pula penokohan masyarakat terhadap tokoh tokoh reformasi sebagai “pahlawan” yang dianggap bakal membawa suatu kebaruan dan kesejahteraan Indonesia.
Masyarakat punya definisi tentang Pahlawan:
= ………., mereka yang bergelut meningkatkan kualitas manusia lewat pendidikan, dengan imbalan yang acap kali tak sepadan, menjadi sosok pahlawan idola publik.
= ……….., semangat mengakui kekalahan dengan dewasa malah bisa jadi bernilai pahlawan.
= ……….., profesi pengajar, baik guru maupun dosen, mengandung nilai kepahlawanan yang tinggi, jauh diatas militer/polisi, dokter, dan pekerja social.
= ………… Berbelitnya persoalan kemiskinan dan korupsi di negeri ini tampaknya juga membuat publik mendambakan “pahlawan kemiskinan” dan “pahlawan ekonomi” ketimbang pahlawan pahlawan lainnya.
Harapan dan dambaan Masyarakat:
= …………, mereka tetap berharap akan hadir pahlawan yang dapat mewujudkan keadilan dan kesejahteraan tersebut.
= …………, sebetulnya Indonesia masih memiliki tokoh yang dapat menyelamatkan negeri ini apabila terjadi krisis, baik perpecahan, SARA, maupun perebutan kekuasaan politik.
November 11, 2008 at 1:51 am (Motivation)