Causing a Difference

Usaha kita dalam melakukan perbedaan terkadang banyak menemukan hambatan tetapi dengan usaha yang maksimal, sesuatu yang sederhana pun menjadi sangat luar biasa.

Exellence is doing the ordinary things in an extraordinary way.

Perbedaan kualitas hidup kita dibedakan oleh seberapa besar hati kita untuk menghadapi atau menampung kesungguhan hati kita dan ditentukan dalam menghadapi masalah.

(Mario Teguh)

Saya jadi teringat dengan cerita dari guru saya yang begitu memotivasi yaitu Air Es Gratis dari Ted dan Dorothy Hustead. Pada bulan Desember 1931 Ted, seorang apoteker, dan istrinya, Dorothy, seorang mantan guru, membeli sebuah apotek kecil di kota Wall, South Dakota, yang berpenduduk tiga ratus orang. Mereka sudah lama ingin menetap di kota yang memiliki sekolah, gereja Katolik dimana mereka dapat mengikuti kebaktian harian. Wall memenuhi persyaratan tersebut. Selain itu, kota ini memiliki dokter sendiri.

Namun, ada aspek-aspek lain dari Wall, South Dakota, pada waktu itu yang akan mencemaskan semua orang kecuali mereka yang paling berani sebagai tempat untuk menanam akar, tempat untuk disebut “rumah”. Turis yang mengadakan perjalanan di antara Black Hills dan Badlands tiba di Wall hanya secara kebetulan dan mereka menyebut kota ini sebagai “pusat geografis yang tidak menuju ke mana pun”. Sebagai daerah pertanian daerah ini menanggung segala macam bencana alam – kekeringan, wabah belalang, kegagalan panen, dan semacamnya – sebelum Depresi Besar memperburuk masalahnya.

Tahun 1932 bukanlah waktu yang paling tepat untuk memulai usaha komersial. Akan tetapi jika anda menunggu waktu yang tepat anda mungkin harus menunggu lama sekali. Turis yang lewat dengan mobil tanpa AC menderita karena panas yang mengeringkan, tenggorokan menjadi kering, lidah pun terjulur. Praktis tidak ada seorang pun yang memasuki apotek tersebut, sehingga Ted dan Dorothy Hustead mempunyai banyak waktu untuk berpikir dan berdoa. Dan itu bagus, karena kalau mereka tidak begitu, mereka mungkin tidak mendapatkan gagasan luar biasa yang membawa keberhasilan spektakuler bagi mereka.

Masalahnya adalah bagaimana membawa turis yang kebetulan lewat dan putus asa tersebut keluar dari jalan utama agar masuk ke kota dan masuk ke apotek mereka yang merangkap toko; maka kedua orang ini berpikir, mencari gagasan. Mereka berdoa, meminta wawasan. Dan jika orang melakukannya, suatu gagasan akan datang. Dan memang itulah yang terjadi. Gagasan itu muncul dalam bentuk pertanyaan. Apa yang paling diinginkan oleh turis-turis yang kepanasan, letih dan berdebu seperti saat ini? Jawaban – segelas air es dingin! Air es gratis di Wall Drugstore!

Maka, mereka pun pergi keluar kota dan memasang beberapa papan petunjuk yang ditulisi kata-kata yang disusun dengan cerdik – hanya beberapa pada mulanya- dan segalanya mulai terjadi. Para calon pelanggan menemukan jalan mereka menuju Wall Drugstore! Dengan besar hati, mereka memasang lebih banyak papan tanda setiap minggu dan sebelum musim panas itu berakhir, papan tanda tersebut sudah tersebar sepanjang 15 hingga 20 mil sepanjang jalan utama ke semua arah. Air Es Gratis, Wall Drugstore, Wall, South Dakota.

Akhirnya, melalui usaha Hustead dan antusiasme teman-teman dari turis, papan tanda Wall Drug memenuhi seluruh negeri. Papan tanda tersebut terkenal hingga ke ibukota negara-negara Eropa dan ketempat-tempat terkecil di seluruh penjuru dunia. Dinding apotek dipenuhi dengan foto-foto papan tanda di tempat-tempat yang tidak masuk akal seperti Great Pyramid, Kutub Utara, di garis lintang sejajar ke 38 di Korea. Foto yang diambil didepan Taj Mahal di India memperlihatkan papan tanda yang berbunyi, “Ted Hustead’s Wall Drugstore, 10.728 mil,” dengan anak panah yang menunjukkan arah tersebut.

Apotek-apotek sudah lama membagikan air es gratis, tetapi Ted dan Dorothy Hustead adalah yang pertama yang mengiklannya. Hasilnya setiap hari 4 hingga 6000 pelanggan dari mana-mana berjejal di apotek mereka di kota kecil ini, menjadikannya salah satu dari apotek yang paling terkenal dan berhasil. Dan siapakah yang mencapai hasil yang luar biasa ini? Hanya 2 orang yang tidak beraksi secara emosional terhadap masalah yang sulit, yang tidak menjadi berkecil hati dan menyerah. Alih-alih mereka berpikir dan berdoa dan percaya, dan munculah gagasan besar yang memecahkan masalah mereka. Jadi selain pengetahuan, kita perlu berpikir dan menambahkannya dengan percaya. Memperhatikan, Meniru, Menambahkan (Ki Hajar Dewantara).

Percaya bahwa masalah sebenarnya mempunyai jawaban. Percaya bahwa masalah dapat diatasi. Dari cerita Ted and Dorothy Hustead, kita bisa mengambil pelajaran bahwa air es yang sederhana saja dapat menjadi fenomena yang luar biasa, bila kita melakukannya dengan luar biasa. Cara-cara kita yang terbaik itulah yang menyebabkan perbedaan.

Awal dari perbaikan kulalitas hidup adalah perbaikan sikap.

(Mario Teguh)

Post a Comment