Pada kesempatan ini, saya ingin bercerita pengalaman pribadi saya yang mudah2an membuat saya dan sahabat2 super termotivasi untuk selalu maju dan berkembang.
Saya dilahirkan dari keluarga yang Sangat Sederhana, Ayah Penjual Kue Basah keliling, dan Ibu seorang Drs. Alias Di Rumah Saja, sejak kecil saya sudah di didik untuk selalu bekerja keras, karena ayah saya seorang Penjual Kue yg Ulet , Telaten dan bertanggung jawab dengan Keluarganya.
Puji Syukur Saya Hanya seorang anak lulusan STM swasta yang tidak pernah mengenyam bangku kuliah, karena masih mahalnya pendidikan dan ogahnya saya terus membuat repot orang tua untuk membiayai jika saya memutuskan Kuliah.
Singkat cerita, saya sekarang bekerja di sebuah perusahaan kontraktor yg bergerak di bidang Telekomunikasi, Posisi saya Staff PIC Sitac dan sudah sudah jarang turun ke lapangan karena mewakili perusahaan cabang di Jakarta dan bertugas control dan collect document.
Sedikit Gambaran tentang Sitac (Site Acquitition) adalah sebuah pekerjaan lapangan yg sangat menantang, Sitac adalah proses dimana sebuah tower Telekomunikasi belum berdiri. Pekerjaan ini membutuhkan Kesabaran, keuletan, mental kuat, ketelitian dan kemampuan lobi yang mumpuni. Karena berhubungan dengan masyarakat dan birokrasi.
Bagi Sahabat2 Super yang pernah Bekerja di Sitac pasti mengerti kalau pekerjaan ini sangat rawan masalah, pengalaman saya pernah disandera warga, ditahan di Polsek sampai diancam dibunuh oleh warga2 yang tidak setuju dengan adanya tower di lingkungan mereka. Bahkan salah satu teman saya sempat diculik dan disekap oleh beberapa warga dengan membawa parang. tapi akhirnya dibebaskan juga. Tapi pelajaran yang bisa saya petik adalah, Masalah membuat kami Dewasa, sabar dan selalu berpikir Panjang ke Depan sebelum mengambil sebuah keputusan.
Keberhasilan tidak akan pernah menyapa, kalau kita tidak pernah ramah kepada kegagalan
Sempat terlintas di benak untuk Resign dari pekerjaan ini, saya hampir tidak kuat menanggung beban, itu terjadi waktu di Mataram, dimana hampir semua Site (9 lokasi) yang saya pegang bermasalah karna kurang hati2 nya rekan2 saya dalam bekerja. Karena waktu itu selaku Koordinator, sayalah sasaran pertama yang dimintai pertanggung jawaban dari Perusahaan. Dan Alhamdulillah akhirnya dengan Ijin Nya dan perjuangan yang melelahkan, saya mampu melalui itu semua.
Sungguh saya sangat bersyukur bisa bekerja di Perusahaan ini, pengalaman yang saya dapatkan tak ternilai, Karena sebelumnya saya bekerja dari pabrik ke pabrik bahkan sempat jadi kenek truk Ekspedisi.
Di perusahaan ini pun karena hanya lulusan STM, pertama kali masuk posisi saya adalah seorang Office Boy, yang tugasnya hanya fotocopy document tanpa tahu apa isi dan arti document itu, yang hanya menjaga kebersihan kantor dengan bermalam di kantor itu juga, dan membelikan makanan para Staff yg sedang Lembur. Itu membuat saya dipandang sebelah mata oleh sebagian Karyawan Lain. Tapi diam2 saya selalu mencari tahu, apa yang sedang perusahaan ini kerjakan ?
“Janganlah pernah meremehkan seorang pun, karena setiap orang punya kekurangan dan kelebihan, dan kelebihan seseorang biasanya akan muncul setelah dia merasa diremehkan”
Sampai akhirnya kesempatan itu datang jg, Perusahaan kebanjiran Proyek Sitac dan kekurangan SDM, Oleh seorang Manajer saya ditawari mengerjakan Proyek Sitac 2 Lokasi di Jember, awalnya saya ragu apa bisa? karyawan yang lain pun ada yang meragukan saya, tapi manajer terus mensupport saya dengan bilang “Buktikan kepada para Lulusan sarjana, bahwa seorang Lulusan STM juga bisa bekerja seperti mereka Lulusan Sarjana” Akhirnya saya kerjakan proyek itu juga dengan belajar secara otodidak dari rekan2 yang mendukung saya.
Setelah Pekerjaan2 Sitac berhasil saya selesaikan, mulailah saya perlahan lahan naik tingkat dari mulai Office boy ke Surveyor Sitac lalu ke Koordinator Sitac dan sekarang PIC Sitac.
Orang-orang yang tidak tahu mengapa, akan berhenti waktu tidak tahu caranya
Aku Tidak tahu masa depanku, aku tidak tahu takdirku, tapi aku tahu hak dan caraku untuk berhasil
Saya tidak akan berhenti disini. Saya akan terus belajar dan belajar
Ini bukan masalah kurang puas atau gak nriman dalam bahasa jawa, tapi seleksi alam.
Bahwa Suatu saat kalau kita Besar, maka kita perlu tempat yang lebih besar lagi,
Dua orang anak kembar yang tumbuh bersama, anak A sangat susah untuk makan, sedangkan anak B selalu makan dengan teratur dan penuh Gizi, setelah beberapa tahun, ternyata anak B pertumbuhannya lebih cepat dari anak A. Tubuhnya lebih besar dari anak A, sehingga apakah anak B masih tetap memakai baju ukuran yang sama dengan anak A?
Begitulah kira2, pengalaman saya akhirnya membuat saya bisa memilih, karena hidup ini sebuah pilihan, kalau kita pilih buruk, hasilnya jugg buruk, tapi sebaliknya kalau kita pilih baik hasilnya juga pasti Baik.
Orang yang dapat memberi nasehat disaat yang tepat adalah orang yang berjiwa besar, namun dia yang mampu menerima nasehat itu dengan lapang dada adalah orang yang berjiwa lebih besar lagi.